Zakat sebagai Sarana Terwujudnya Kesalehan Sosial

Zakat sebagai Sarana Terwujudnya Kesalehan Sosial

Pada dasarnya, zakat dapat memperbaiki dua aspek penting dalam kehidupan umat manusia, yaitu aspek agama dan sosial.

Aspek agama, mengajarkan bagaimana cara yang harus dilakukan agar harta yang dimiliki oleh umat manusia bersih, suci, dan berkah.

Sementara dari aspek sosial, menggerakkan hati manusia untuk saling peduli dalam memenuhi kebutuhan hidup, atau tak hanya memikirkan untung sendiri.

Zakat juga dapat dikatakan sebagai ujian keimanan dan kualitas kekhalifahan manusia.

Bagaimana tidak?

Harta yang dimiliki manusia semuanya adalah titipan, Allah hanya menginginkan sebagian dari harta titipan tersebut untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan dan harus diberikan secara ikhlas, karena balasannya berupa ganjaran pahala.

Orang yang imannya kuat, akan tergerak hatinya untuk membayar zakat, sementara orang yang imannya lemah, akan menahan hartanya dan memutar otak untuk memikirkan cara terbaik agar hartanya tidak wajib zakat.

Sama halnya dengan kekhalifahan, di mana orang yang kualitas kepemimpinannya baik, tidak rela melihat saudaranya menderita kelaparan, dan dia akan mencari cara untuk membantunya, sementara orang yang kualitas kepemimpinannya rendah, akan santai dan tertawa melihat orang lain menderita.

Sekilas, dapat dipahami bahwa orang yang gemar membayar zakat berarti kualitas keimanan dan kekhalifahannya sangat tinggi, dan inilah yang menjadi cikal bakal kesalehannya dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Di samping sebagai ujian keimanan dan kekhalifahan, zakat juga bisa dikatakan sebagai unsur yang dapat berkontribusi dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial, dengan tujuan utama memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

0 Response to "Zakat sebagai Sarana Terwujudnya Kesalehan Sosial"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel