Argumen yang Mendukung Izin Bai Ad-Dayn

Argumen yang Mendukung Izin Bai Ad-Dayn

Prinsip ini adalah masalah yang selalu menjadi argumen di antara para ahli hukum Islam masa lalu dan sekarang.

Namun, tidak ada konsensus umum di antara mereka yang melarangnya.

Para ahli hukum Islam hanya memiliki suara bulat dalam memungkinkan penjualan hutang kepada debitur.

Mazhab Hanafi memandang bai' ad-dayn dari aspek risiko potensial terhadap pembeli dan debitur dan sifat utang itu sendiri.

Mereka sepakat untuk tidak mengizinkan instrumen ini karena risiko tidak dapat diatasi dalam konteks penjualan utang.

Utang dalam bentuk aset tidak berwujud dan pembeli mengambil risiko besar karena ia tidak dapat memiliki barang yang dibeli dan penjual tidak dapat mengirimkan barang yang dijual.

Mazhab Maliki telah mengizinkan penjualan utang kepada pihak ketiga, tunduk pada kondisi tertentu, untuk memfasilitasi penggunaan prinsip ini di pasar.

Syaratnya adalah sebagai berikut:
  • Mempercepat pembayaran pembelian.
  • Debitur harus hadir di tempat penjualan.
  • Debitur adalah anggota kelompok yang terikat oleh hukum sehingga ia dapat menebus utangnya.
  • Pembayaran tidak dari jenis yang sama seperti dayn, dan jika demikian, tarifnya harus sama untuk menghindari riba.
  • Hutang tidak dapat diciptakan dari penjualan mata uang (emas dan perak) yang akan dikirim di masa depan.
  • Dayn seharusnya tidak menyebabkan permusuhan antara pembeli dan penjual, yang dapat membuat kesulitan bagi debitur.
Kondisi yang ditetapkan oleh mazhab Maliki ada tiga:
  • Untuk melindungi hak-hak pembeli utang.
  • Untuk menghindari penjualan utang sebelum menerima pembayaran.
  • Untuk menghindari riba.
Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa menjual utang kepada pihak ketiga diizinkan jika dayn dijamin dan dijual dengan imbalan barang yang harus dikirim segera.

Ketika utang itu dijual, itu harus dibayar dengan uang tunai atau aset berwujud yang disepakati.

0 Response to "Argumen yang Mendukung Izin Bai Ad-Dayn"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel