Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bank Sentral dan Bank Syariah

Bank Sentral dan Bank Syariah

Karena bank-bank Islam sebenarnya merupakan bagian dari sistem perbankan di negara-negara tempat mereka beroperasi, mereka secara alami diharapkan, seperti bank-bank lain, berada di bawah kendali bank-bank sentral (Qarni, 1990).

Bank syariah berbeda dari bank konvensional dalam hal sifat hubungan mereka dengan klien mereka.

Dalam kasus bank syariah, hubungannya adalah perdagangan langsung atau partisipasi dan bukan dengan pemberi pinjaman/peminjam.

Lebih jauh, bank syariah tidak memperdagangkan hutang seperti halnya bank konvensional.

Oleh karena itu, peraturan bank sentral tentang bank syariah, tidak diragukan lagi penting, dapat diharapkan untuk mempertimbangkann sifat khusus dari bank-bank ini sebagaimana dirumuskan dalam anggaran dasar mereka.

Sebuah kontroversi telah muncul tentang apakah perlu untuk merancang undang-undang khusus untuk regulasi bank syariah atau untuk memenuhi aturan yang berlaku untuk bank konvensional dalam hal ini (Radwan, 1990).

Di beberapa negara, misalnya Yordania dan Malaysia, bank sentral telah mengeluarkan undang-undang khusus tentang bank syariah.

Di negara lain, bank sentral telah mengeluarkan undang-undang khusus tentang bank syariah tetapi menolak istilah 'Syariah' (misalnya, Turki, di mana mereka disebut 'Special Finance Houses'.

Negara-negara lain, misalnya Inggris, belum membuat ketentuan khusus.

Ada konsensus di antara para ekonom Muslim bahwa bank sentral harus mengawasi bank komersial syariah.

Pengawasan ini tidak boleh terbatas pada audit transaksi formal tetapi harus mencakup penilaian material dari likuiditas keputusan manajemen terutama sehubungan dengan pembiayaan PLS (Profit and Loss Sharing) yang lebih berisiko.

Salah satu tujuan pengawasan ini adalah untuk melindungi klien yang telah memasukkan uang mereka ke dalam rekening investasi terhadap kerugian yang dapat dihindari.

Persyaratan cadangan minimum disarankan untuk alasan yang sama.

Post a Comment for "Bank Sentral dan Bank Syariah"