Dasar Pemikiran di Balik Perbankan Islam

Dasar Pemikiran di Balik Perbankan Islam

Perbankan syariah adalah upaya untuk menyediakan bentuk pembiayaan yang dapat diterima secara sosial yang tidak eksploitatif, tetapi partisipatif, reseptif terhadap kebutuhan peminjam dan membawa dimensi moral.

Perbankan syariah bertujuan untuk meningkatkan penyebab dan hasil kegiatan pembiayaan dengan menghubungkan alasan untuk pembiayaan.

Keuangan Islam tidak mengizinkan kegiatan pembiayaan yang dianggap haram.

Juga, metode pembiayaan memiliki hubungan langsung dengan alasannya.

Ketika pembiayaan dilakukan dengan tujuan membantu peminjam dari situasi yang sulit, tidak ada pembayaran tambahan selain pokok yang dapat diterima oleh pemberi pinjaman.

Hanya ketika uang dipinjamkan untuk berpartisipasi dalam aktivitas komersial, kreditor dapat membagi bagian dari keuntungan yang dihasilkan dari bisnis tersebut.

Pada saat yang sama, kerugian juga harus dibagi.

Sebelum ada diskusi tentang perbankan Islam dan risiko yang terlibat, perlu untuk melihat bagaimana keuangan Islam terstruktur dalam hal prinsip dan praktik.

Sumber utama hukum Islam adalah Al-Qur'an, Qiyas, dan Ijmak.

Selain itu ada empat aliran pemikiran utama yang mempengaruhi hukum Islam: Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali.

Masing-masing dipraktekkan di wilayah geografis yang berbeda di dunia dan setiap keputusan oleh salah satu dari mereka dapat diterima oleh yang lain.

Ada empat cara menafsirkan hukum: Ijtihad (upaya penafsiran), Ikhtiar (pilihan), Dururah (keharusan), dan Hiyal (kecerdasan hukum).
Faisal
Faisal Hina bak donya hareuta teuh tan. Hina bak Tuhan ileume hana.

Post a Comment for "Dasar Pemikiran di Balik Perbankan Islam"