Definisi dan Prinsip Keuangan Bebas Riba terkait Perdagangan Sukuk

Definisi dan Prinsip Keuangan Bebas Riba terkait Perdagangan Sukuk

Berikut ini adalah beberapa konsep dan istilah yang digunakan dalam aktivitas perdagangan sukuk.

Harus dinyatakan di sini bahwa perdagangan sukuk telah menjadi tantangan besar bagi para cendekiawan syariah dan bankir bebas riba karena sudah diketahui aturan Syariah bahwa utang tidak dapat diperdagangkan kecuali sejumlah persyaratan ketat telah dipenuhi.

Berikut adalah beberapa definisi yang ditawarkan oleh Komisi Sekuritas Malaysia dalam pengaturan penerbitan sukuk:

Perdagangan Utang (Bai' Dayn)


Transaksi yang melibatkan penjualan dan pembelian surat berharga atau sertifikat utang yang sesuai dengan hukum (Syariah).

Surat berharga atau sertifikat utang akan diterbitkan oleh debitur kepada kreditor sebagai bukti hutang.

Perdagangan Penawaran Pasar Terbuka (Bai' al-Muzayadah)


Tindakan seseorang untuk menjual asetnya di pasar terbuka melalui proses penawaran di antara calon pembeli.

Aset untuk dijual akan diberikan kepada orang yang telah menawarkan penawaran/harga tertinggi.

Ini juga dikenal sebagai transaksi jual beli berdasarkan tender.

Transfer Jaminan (Kafalah/Dhaman)


Kontrak jaminan di mana penjamin menanggung klaim dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemilik aset.

Konsep ini juga berlaku untuk jaminan yang diberikan pada transaksi utang jika debitur gagal memenuhi kewajiban utangnya.

Hak Kepemilikan (Haq Tamaluk)


Aset dalam bentuk hak kepemilikan yang diklasifikasikan oleh Syariah, yang dapat diperdagangkan.

Hadiah (Hibah)


Hadiah yang diberikan oleh pemilik kepada seseorang secara sukarela.

Remitansi (Hawalah)


Kontrak yang memungkinkan debitur untuk mentransfer kewajiban utangnya kepada pihak ketiga.

Uang Kembali (Ibrah)


Suatu tindakan oleh seseorang untuk menarik haknya untuk menagih pembayaran dari seseorang yang memiliki kewajiban untuk membayar kembali jumlah yang dipinjam darinya.

Kontrak Pra Setuju (Ittifaq Dhimni)


Penjualan dan pembelian kembali aset dasar di mana harga disepakati oleh para pihak sebelum penyelesaian kontrak.

Ini adalah perjanjian eksternal yang harus dicapai sebelum kontrak dapat disimpulkan untuk memungkinkan proses penawaran (bai al-muzayadah) berlangsung.

Agunan (Rahn)


Aset berharga dibuat oleh tindakan ini sebagai jaminan hutang.

Jaminan dapat digunakan untuk melunasi hutang ketika debitur gagal bayar.

Biaya (Ujrah)


Dikenakan biaya untuk membayar upaya yang dilakukan dan pemanfaatan jasa keuangan.

Itu bisa dalam bentuk gaji, tunjangan, komisi, dan/atau segala aset yang diizinkan.

0 Response to "Definisi dan Prinsip Keuangan Bebas Riba terkait Perdagangan Sukuk"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel