Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hak Milik dalam Terang Pandangan Sosial Islam

Hak Milik dalam Terang Pandangan Sosial Islam

Berikut penjelasan mengenai hak milik dalam terang pandangan sosial Islam:
  • Individu, Negara, dan masyarakat masing-masing memiliki klaim tentang hak properti mengingat peran yang diberikan kepadanya. Merampas salah satu dari mereka dari hak untuk memperoleh, memiliki, dan menjual sumber daya material akan membahayakan fungsi-fungsi penting yang harus mereka lakukan, sehingga menghilangkan cara hidup keseimbangan Islam.
  • Hak-hak properti dari ketiga agen ini tidak boleh saling bertentangan, juga tidak boleh dilakukan oleh salah satu dari mereka yang membahayakan hak-hak serupa dari yang lain. Hak-hak individu hendaknya tidak merusak kepentingan sosial atau menghalangi fungsi Negara. Negara tidak boleh menyita atau membatasi hak-hak individu tanpa sebab apa pun yang diakui oleh hukum Islam.
  • Negara Islam memiliki yurisdiksi atas hak-hak individu, menjadi perwujudan dari kekhalifahan Allah di bumi dan mewakili rakyat. Yurisdiksi ini, bagaimanapun, fungsional tergantung pada nilai-nilai dan tujuan yang dihargai oleh Islam. Intervensi negara harus dirancang untuk menegakkan hukum Islam dan mempromosikan kebaikan individu dan sosial.
  • Individu tidak boleh menyesalkan intervensi Negara yang masuk akal yang diperlukan oleh pertimbangan Islam dan diarahkan untuk pencapaian tujuan kolektif yang ditetapkan oleh Syariah.
  • Pemanfaatan properti publik dan kontrol publik atas hak-hak kepemilikan individu harus dilakukan oleh constituted authority properti sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Semua keputusan penting adalah masalah nasihat dan harus dikritik dan ditinjau oleh individu.

Post a Comment for "Hak Milik dalam Terang Pandangan Sosial Islam"