Masalah Wasiyah (Wasiyat)

Masalah Wasiyah (Wasiyat)

Dalam Hukum Islam, distribusi kekayaan orang yang meninggal adalah sisa saldo setelah dikurangi biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan semua hutang orang yang meninggal dan biaya pemakaman.

Akhirnya, seluruh sisanya didistribusikan di antara ahli waris dengan hak waris.

Jika orang yang meninggal membuat wasiyah selama masa hidupnya, sepertiga atau kurang dari proporsi yang tersisa dapat dilakukan sesuai dengan kehendaknya sendiri.

Dua pertiga lainnya akan pergi ke ahli waris, yaitu istri, putra dan putri dari almarhum di mana para putra akan menerima dua kali lipat dibandingkan dengan para putri.

Masalah muncul ketika ahli waris tidak setuju dengan distribusi wasiyah meskipun Islam mendorong pembuatan wasiyah, karena jika orang yang meninggal tidak membuat surat wasiat, bagian sepertiga juga akan didistribusikan sesuai dengan sistem Faraid.

Untuk menghindari perselisihan di antara anggota keluarga, ahli hukum Islam merekomendasikan bahwa porsi wasiyah harus dikurangi menjadi kurang dari sepertiga.

Seperti yang kita ketahui, wasiyah akan dieksekusi setelah kematian pewaris.

Jika pewaris masih ingin memberikan bagian kepada salah satu ahli warisnya, persetujuan dan penerimaan dari semua ahli waris harus diperoleh atau kalau tidak surat wasiat tersebut dibatalkan.

Jadi, untuk mengatasi argumen ini, salah satu caranya adalah menjadikannya sebagai hibah, bagi ahli waris selama masa hidupnya.

Hibah diperlakukan sebagai hadiah yang melibatkan pengalihan kepemilikan dari pemilik kekayaan kepada salah satu ahli warisnya.

Argumen tentang disposisi kekayaan dalam masyarakat Muslim menunjukkan bahwa proporsi adalah faktor penting dalam materialisme dan kepemilikan duniawi.

Kepemilikan duniawi hanya dipinjamkan kepada manusia sebagai kepemilikan sementara oleh Allah.

Itu akan menunjukkan diri sejati setiap manusia; keserakahan, ketidaktahuan, dan juga hamba Allah yang saleh dan rendah hati.

Bukan karena Muslim ditolak akumulasi kekayaan di dunia ini; itu sebenarnya didorong untuk perbaikan keluarga seseorang dan untuk berkontribusi kepada masyarakat secara keseluruhan dengan ketentuan bahwa itu dilakukan sesuai dengan Syariah.

Muslim yang kaya dan saleh adalah makhluk terbaik karena ia dapat menyeimbangkan harta duniawi dan prestasi di akhirat.

Jadi masalah distribusi wasiyah tidak seharusnya muncul dalam masyarakat Muslim.

Sistem Faraid, yang telah secara jelas dinyatakan dalam Al-Qur'an, adalah cara paling efisien untuk berurusan dengan warisan, sedangkan alternatif membuat surat wasiat untuk bagian sepertiga seharusnya meningkatkan keterlibatan umat Islam dalam tujuan amal.

0 Response to "Masalah Wasiyah (Wasiyat)"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel