Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pasar Halal Global

Pasar Halal Global

Ada sekitar 1,3 miliar Muslim di dunia dan 1,5 miliar konsumen halal, yang berarti bahwa satu dari setiap empat orang mengonsumsi produk halal.

Perbedaan 0,2 miliar antara konsumen halal dan Muslim diperhitungkan oleh non-Muslim yang tinggal di negara-negara mayoritas Muslim di mana sebagian besar makanan halal, seperti Indonesia dan Bangladesh.

Asia Tenggara dan Timur Tengah adalah dua pasar kuat untuk produk halal (Riaz, 1998).

Semua pemroses unggas utama AS mengekspor ke pasar ini, sedangkan pemasok sekunder menyediakan daging sapi.

Sumber utama daging sapi di pasar sekunder adalah impor dari Australia dan Selandia Baru, yang pemerintahnya sangat mendukung program halal (Chaudry, 1997).

Upaya pemasaran untuk memasok produk halal bersertifikat di seluruh dunia mendapatkan momentum.

Asia Tenggara adalah rumah bagi lebih dari 250 juta konsumen halal.

Indonesia, Malaysia, dan Singapura telah memiliki peraturan untuk mengendalikan impor produk bersertifikat halal selama beberapa tahun.

Thailand, Filipina, dan negara-negara lain telah menyadari nilai produk bersertifikat halal dan pemerintah mereka merumuskan peraturan untuk mempromosikan ekspor dan impor produk bersertifikat halal.

Untuk ekspor ke banyak Association of South East Asian Nations (ASEAN), bahkan produk nabati yang paling sederhana pun harus disertifikasi.

Di wilayah ini, bahkan konsumen non-Muslim menganggap halal sebagai simbol kualitas dan kebajikan.

Negara-negara Timur Tengah adalah importir bersih makanan olahan baik untuk layanan makanan maupun pasar ritel.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Timur Tengah lainnya telah mengimpor makanan olahan seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dan politik mereka.

Asia Selatan, yang terdiri dari India, Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka, adalah rumah bagi hampir 1,3 miliar orang, di mana lebih dari 400 juta adalah Muslim.

Meskipun wilayah ini adalah ekonomi pertanian, negara-negara ini mengimpor barang-barang olahan tertentu, terutama untuk layanan makanan.

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, potensi pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah untuk makanan halal mulai direalisasikan, yang mengarah pada peningkatan produksi dan sertifikasi makanan halal.

Ini telah berkembang ke Asia Selatan, Mediterania, Eropa, dan Asia Tengah.

Manfaat perdagangan bagi perusahaan-perusahaan Barat dengan negara-negara mayoritas Muslim jelas.

Bahkan negara-negara minoritas Muslim seperti Singapura dan Afrika Selatan telah menunjukkan bahwa bisnis makanan halal adalah bisnis yang baik.

Meskipun komunitas Muslim hanya membentuk 16% dari 3,8 juta penduduk Singapura, industri makanan halal adalah bisnis besar di kota kosmopolitan ini.

McDonald, A & W, Kentucky Fried Chicken, Taco Bell adalah beberapa merek internasional yang telah 100% halal di Singapura.

Peluang yang tersedia bagi perusahaan yang mampu memasok produk halal terus tumbuh.

Orang-orang Muslim mulai memadukan sikap Barat terbaik dengan budaya Timur mereka yang umumnya.

Selain itu, penambahan besar orang Barat ke agama Islam mengakibatkan beberapa perubahan dalam perilaku komunitas Muslim.

Sedangkan di masa lalu Muslim hanya menghindari makanan yang tidak memenuhi standar diet halal, hari ini umat Islam membuat kehadiran mereka terasa secara sosial dan politik.

Muslim sekarang meminta produk makanan yang memenuhi kebutuhan makanan mereka.

Mereka menawarkan layanan dan bekerja sama dengan produsen dengan pandangan ke depan dan kebijaksanaan untuk melayani konsumen Muslim.
Faisal
Faisal Hina bak donya hareuta teuh tan. Hina bak Tuhan ileume hana.

Post a Comment for "Pasar Halal Global"