Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbankan Syariah Vis a Vis Perbankan Konvensional

Perbankan Syariah Vis a Vis Perbankan Konvensional

Banyak yang telah ditulis tentang perbedaan antara perbankan konvensional dan perbankan Islam, yang sebagian besar berfokus pada aspek struktural.

Perbedaan paling umum yang umumnya disebut dalam literatur dapat diringkas sebagai berikut:
  1. Perbankan konvensional memiliki fokus pada efisiensi keuangan tanpa mengaitkan dengan tujuan pemberian pinjaman sedangkan perbankan syariah lebih suka mengaitkannya dengan penyebab pemberian pinjaman dan bukan hanya pada efisiensi keuangan.
  2. Perbankan konvensional biasanya bertumpu pada suku bunga, sedangkan perbankan syariah tidak.
  3. Tujuan utama perbankan konvensional adalah untuk memfasilitasi kegiatan keuangan sedangkan prinsip dasar perbankan Islam didasarkan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang adil serta keuangan sosial yang dapat dibenarkan.
  4. Bank konvensional menawarkan asuransi simpanan yang tidak ada dalam perbankan syariah.
  5. Perbankan Islam terbuka di kedua sisi, lebih rendah dan lebih tinggi dalam hal pengembalian karena terkait dengan keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari proyek. Ini berarti bahwa mungkin ada pengembalian di atas rata-rata untuk penabung dan investor karena keuntungan tinggi tetapi kerugian harus dibagikan jika proyek mengalami kerugian. Perbankan konvensional dilindungi pada sisi yang lebih rendah tetapi ada model berbasis pendapatan tetap di mana penghasilan maksimum proyek diketahui sebelumnya.
  6. Perbankan konvensional tidak memiliki dimensi moral atau etika sejauh menyangkut alasan dan efek pembiayaan, sedangkan perbankan syariah bertumpu pada dimensi moral dan etika.
  7. Perbankan konvensional didukung oleh pasar uang yang sangat aktif dan fasilitas pinjaman semalam sedangkan perbankan syariah belum sepenuhnya didukung oleh pasar uang.
  8. Manajemen risiko dan praktik perbankan lainnya sangat berkembang, diformalkan, dan tersebar luas di perbankan konvensional sedangkan ini tidak demikian halnya dengan perbankan Islam.
  9. Ada beberapa program pendidikan dan penelitian formal yang tersedia dalam domain perbankan konvensional di seluruh dunia, yang tidak demikian halnya dengan perbankan Islam. Hal ini menghasilkan perbankan konvensional yang memiliki aliran tenaga kerja yang mantap, sedangkan perbankan syariah menghadapi kekuaragan staf yang terampil.
  10. Perbankan konvensional diterima dengan sangat baik sedangkan perbankan Islam masih meningkatkan penerimaannya.
  11. Ahirnya, perbankan konvensional didukung dengan baik oleh pemerintah sedangkan perbankan syariah masih bergerak lambat menuju bentuk perbankan yang diterima dengan pemerintah.
Perbedaan-perbedaan ini bersifat umum dan mungkin berbeda dalam implikasinya.

Perbedaan adalah sumber fundamental keunikan dan identitas perbankan Islam.

Post a Comment for "Perbankan Syariah Vis a Vis Perbankan Konvensional"