Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hukum-hukum Penting terkait Instrumen Pasar Modal Syariah

Hukum-hukum Penting terkait Instrumen Pasar Modal Syariah

Pasar modal syariah memiliki prinsip dan ciri khas tersendiri yang unik atau berbeda dengan pasar modal konvensional.

Hal ini karenakan setiap instrumen atau produk pasar modal syariah harus dipastikan sesuai dengan aturan Syariah, sementara pasar modal konvensional tidaklah demikian.

Ada beberapa produk unggulan yang terdapat di pasar modal syariah, di antaranya yaitu:
  • Saham syariah.
  • Obligasi syariah.
  • Reksa dana syariah.
Di mana, semua produk tersebut telah mendapat pengujian lebih lanjut atau persetujuan dari para ulama dan juga dari ekonom Muslim.

Ada beberapa hukum atau ketentuan penting yang dikeluarkan oleh para ahli terkait instrumen pasar modal syariah, antara lain:

Hukum yang Berhubungan dengan Saham


Secara sederhana, saham merupakan bukti kepemilikan terhadap sebuah perusahaan, yang sehingga pemegangnya dapat ikut serta dalam hal mengatur atau memberikan saran bagi perusahaan tersebut.

Umumnya, cara seorang pemegang saham mengatur perusahaan yaitu:
  • Melalui keanggotaannya dalam dewan umum pemegang saham.
  • Melalui posisinya sebagai dewan komisaris.
Seorang pemegang saham berhak untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan porsi saham yang dimilikinya, juga dia akan menanggung kerugian bila perusahaan mengalami kerugian atau bangkrut.

Saham juga memiliki hukum atau ketentuan tersendiri yang dikeluarkan oleh para ulama, yaitu terdapat dalam ketetapan Al-Majma Al-Islami di Jeddah No. 65/1/7 tentang Saham, ketetapan ini menegaskan tentang beberapa hal:
  • Sejalan dengan hukum asal muamalah (halal), maka aktivitas atau transaksi jual beli saham juga halal, selama perusahaan yang menerbitkan saham bergerak di bidang yang bermanfaat bagi manusia dan juga tidak melanggar aturan Islam.
  • Tidak ada bantahan terhadap diharamkannya untuk membeli saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang yang dilarang, seperti perusahaan yang beroperasi berdasarkan sistem riba atau jual beli barang haram.
  • Walaupun aktivitas pokok perusahaan halal, jika tetap berhubungan dengan riba di salah satu bidangnya saja, maka itu tetap tidak dibolehkan untuk membeli sahamnya.

Hukum yang Berhubungan dengan Obligasi


Obligasi bisa juga dikatakan sebagai surat hutang, yang memberikan keuntungan bagi pemegangnya dalam bentuk bunga.

Secara singkat, pemegang obligasi dapat menikmati beberapa haknya, antara lain:
  • Hak untuk mendapatkan pengembalian tetap dan telah ditentukan sebelumnya.
  • Hak atas pengembalian harga obligasi pada saat jatuh tempo.
  • Hak untuk menjual obligasi kepada pihak lain.
Ada sedikit perbedaan antara pemegang obligasi dengan pemegang saham, di mana pemegang obligasi tidak dapat ikut serta dalam hal mengatur atau mengelola perusahaan, karena dia hanya sebagai pemberi pinjaman kepada perusahaan terkait.

Berkaitan dengan jual beli obligasi, maka keputusan Majma Al-Fiqh Al-Islami No. 62/11/6 tentang Obligasi, patut dipertimbangkan:
  • Obligasi yang berkaitan dengan pembayaran bunga, diharamkan dalam Islam, karena itu tidak lain sebagai pinjaman berbasis riba.
  • Zero coupon bonds juga diharamkan, karena sama seperti menjual pinjaman dengan harga diskon.
  • Kebalikan dari zero coupon bonds, obligasi berhadiah juga dilarang.
Ketentuan di atas mengisyaratkan bahwa obligasi harus dijual sesuai dengan nilai nominal, tidak kurang dan tidak lebih.

Hukum yang Berhubungan dengan Reksa Dana


Reksa dana secara singkat bertujuan untuk memungkinkan investor dalam hal mengumpulkan dananya, yang selanjutnya akan diinvestasikan dalam bentuk portofolio dan dikelola oleh manajer investasi.

Sementara itu, reksa dana syariah merupakan jenis reksa dana yang beroperasi sesuai dengan ketentuan dan prinsip Syariah.

Hal yang terpenting dari reksa dana syariah yaitu memastikan bahwa akad yang dilakukan antara investor dan manajer investasi, juga antara manajer investasi dan pengguna investasi, harus tidak melanggar aturan Syariah.

Berkaitan dengan reksa dana, para ulama telah mengeluarkan sebuah keputusan, tepatnya dalam fatwa No. 20/DSN-MUI/IX/2000, yang membahas tentang:
  • Reksa dana konvensional, terkandung berbagai hal yang dilarang oleh Syariah, baik itu dari segi kontrak, pengelolaan investasi, atau bahkan dari segi pembagian keuntungan atau hasil.
  • Sementara itu, investasi harus dilakukan pada instrumen yang halal secara Syariah, yang mencakup saham yang telah melalui tahap penawaran umum. Kemudian, pembagian dividen harus disesuaikan dengan tingkat laba dari usaha yang mendasarinya.
  • Adapun mekanisme operasional reksa dana syariah meliputi: a) penggunaan akad wakalah antara investor dan manajer investasi, dan b) penggunaan akad mudharabah antara manajer investasi dengan pengguna investasi.

Post a Comment for "Hukum-hukum Penting terkait Instrumen Pasar Modal Syariah"