Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi

Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi

Tujuan utama zakat adalah menarik seorang Muslim keluar dari kesulitan ekonomi dengan menyediakan kebutuhan dasarnya.

Hasil zakat harus bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi dan bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung mereka.

Yang terakhir ini memang dapat mendorong ketergantungan dan membuat orang miskin secara permanen bergantung pada zakat.

Dalam semangat mereka untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi, para pemrakarsa sering cenderung melakukan investasi besar dalam pendidikan, kesehatan dan proyek-proyek kesejahteraan sosial lainnya (memberi manfaat kepada orang miskin, yang tidak terlalu miskin dan bahkan orang kaya) atau terlibat dalam pembiayaan usaha mikro.

Pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan konsumsi dasar tidak harus saling eksklusif.

Dalam setiap program pemberdayaan ekonomi melalui zakat, pemenuhan kebutuhan dasar segera dari yang paling miskin dari yang miskin harus selalu diberikan prioritas utama.

Pada fase berikutnya, penerima manfaat dapat diminta untuk melalui program peningkatan keterampilan melalui memenuhi biaya pendidikan dan pelatihan mereka dengan dana zakat.

Dana zakat juga dapat disediakan sebagai modal awal untuk usaha mikro mereka baik dalam bentuk hibah langsung atau pinjaman (qardhul hasan) atau micro-equity tanpa mengharapkan pengembalian tergantung pada tingkat kerentanan mereka.

Ini akan memungkinkan orang miskin untuk menghasilkan mata pencaharian yang berkelanjutan dan mengubahnya dari kategori penerima zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzakki).

Proyek pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi yang ambisius melalui pengumpulan dan distribusi zakat yang efisien dapat dilakukan oleh negara atau organisasi nirlaba seperti Zakah Fund.

Pemberdayaan ekonomi adalah konsep yang jauh lebih luas daripada peningkatan pendapatan.

Ini bertujuan untuk transformasi sosial kaum miskin dan memastikan keadilan sosial.
Faisal
Faisal Hina bak donya hareuta teuh tan. Hina bak Tuhan ileume hana.

Post a Comment for "Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi"