Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Macam-macam Transaksi Valas (Al-Sharf)

Macam-macam Transaksi Valas (Al-Sharf)

Pada dasarnya, jual beli mata uang yang disetarakan dengan emas dan perak harus secara tunai, hal ini bertujuan agar terhindar dari riba.

Uang, tentu saja tidak dapat ditukarkan dengan jenis uang yang serupa (mis., rupiah dengan rupiah), kecuali pada nilai nominal yang sama.

Setiap kelebihan dari pertukaran uang sejenis, akan dianggap sebagai riba.

Sementara itu, pertukaran uang yang berbeda jenis (mis., rupiah dengan dolar), dapat dilakukan sesuai dengan harga pasar dan harus tunai.

Syariah sangat mengharapkan agar transaksi valas (valuta asing) dapat terhindar dari:
  • Riba
  • Maysir
  • Gharar
Adapun macam-macam transaksi valas (al-sharf) yaitu:

Perdagangan tanpa Proses Penyerahan (Future non-Delivery Trading)


Future non-delivery trading, seperti margin trading merupakan transaksi jual beli valuta asing yang tidak dilanjutkan dengan pergerakan dana melalui cash margin dalam persentase tertentu, dan keuntungannya dihitung berdasarkan selisih antara harga jual dan beli suatu valas.

Kontrak Berjangka (Future Contract)


Kontrak berjangka, bisa dikatakan sebagai perjanjian yang dilakukan oleh dua belah pihak untuk melaksanakan transaksi valas di masa mendatang, namun jumlah yang akan dijual dan kurs ditentukan pada awal kontrak.

Transaksi ini sering digunakan sebagai sistem lindung nilai, akan tetapi sering dipandang sebagai maysir (perjudian).

Ulama kontemporer tidak membenarkan transaksi ini, karena dianggap tidak terpenuhinya rukun jual beli (ada uang dan barang atau ada rupiah dan dolar).

Transaksi Option (Currency Option)


Transaksi option merupakan jenis perjanjian yang memberikan hak pilih kepada para pembeli dalam rangka melakukan transaksi jual beli valas, tidak dilanjutkan dengan pergerakan dana.

Transaksi Swap (Currency Swap)


Perjanjian pertukaran mata uang atas dasar nilai tukar yang disepakati, dengan tujuan untuk mengantisipasi risiko pergerakan nilai tukar di masa mendatang.

Praktik Oversold


Transaksi penjualan yang melebihi jumlah yang dimiliki ataupun dibeli.

Praktik ini dilarang, karena melanggar aturan Syariah, yaitu tidak boleh menjual apa yang belum dimiliki.

Post a Comment for "Macam-macam Transaksi Valas (Al-Sharf)"