Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Maqashid Asy-Syariah dalam Ilmu Ekonomi Islam

Maqashid Asy-Syariah dalam Ilmu Ekonomi Islam

Maqashid asy-syariah dalam ilmu ekonomi Islam sering dikaitkan dengan etika.

Di mana, pelaku ekonomi tidak dapat mengeksploitasi sumber daya dengan cara yang tidak dibenarkan oleh Syariah, atau mengabaikan kepentingan orang lain.

Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya harus mengacu pada konsep maslahah, baik itu bagi diri sendiri dan orang lain.

Maqashid asy-syariah secara tidak langsung mempertegas dua aspek penting dari sistem ekonomi, yaitu aspek keadilan dan ketuhanan.

Dari segi keadilan, seseorang tidak dapat memanfaatkan atau menggunakan harta orang lain secara batil, dan dari segi ketuhanan harus mempertimbangkan hal-hal yang dilarang dan yang dibolehkan dalam bermuamalah.

Secara sederhana, maqashid asy-syariah dalam ekonomi Islam meliputi:
  • Usaha untuk menjaga agama, dengan cara menghindari transaksi yang dilarang, seperti maysir (perjudian), gharar (ketidaktahuan atau ketidakpastian berlebihan), riba, dan sebagainya. Atau dalam kata lain, hanya melakukan transaksi yang dibenarkan atau tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
  • Menjaga jiwa, dapat dilakukan dengan cara tidak memproduksi atau mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak tubuh.
  • Menjaga keturunan, dengan cara mencari rezeki yang halal, dan memberikannya kepada keluarga. Karena, barang yang dikonsumsi tersebut dapat mencerminkan kualitas keturunan.
  • Menjaga akal, ini bisa dilakukan dengan cara tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang memabukkan, sehingga pikiran kita akan jernih.
  • Menjaga harta, ini menjelaskan bahwa harta yang kita miliki tidak boleh kita pergunakan untuk hal-hal yang haram, seperti berinvestasi pada bisnis berbasis riba, atau dengan cara yang tidak dibenarkan lainnya. Menjaga harta juga dapat berarti menyimpannya dengan aman, seperti menyimpan uang di bank.
Dapat dikatakan bahwa, secara keseluruhan Syariah menginginkan agar umat manusia dapat menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan bekal untuk akhirat.

Maksudnya yaitu, upaya untuk memasukkan nilai-nilai Islam dalam sistem perekonomian harus menjadi prioritas utama setiap Muslim, agar setiap aktivitas perekonomian yang dilakukan akan bernilai ibadah dan diridhai oleh Allah SWT.

Post a Comment for "Maqashid Asy-Syariah dalam Ilmu Ekonomi Islam"