Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Paradigma Maslahah dalam Ekonomi Syariah

Paradigma Maslahah dalam Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang independen atau bukan dari percampuran antara konsep ekonomi kapitalis dan sosialis.

Sehingga, ekonomi Syariah memiliki konsep yang berbeda terkait ekonomi makro & mikro, kebijakan moneter & fiskal, pembiayaan publik, atau bahkan konsep pembangunan secara keseluruhan.

Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa ekonomi Syariah adalah ekonomi konvensional yang dimodifikasi (dikurangi riba dan ditambah zakat, infak, dan sedekah).

Pendapat tersebut tentu saja tidak sejalan dengan tujuan dari ekonomi Syariah itu sendiri, atau dalam kata lain tujuan dan konsep kesejahteraan ekonomi Syariah berbeda jauh dengan apa yang dimiliki ekonomi konvensional.

Ekonomi konvensional, sering mengartikan kesejahteraan sebagai kebahagiaan dan kepuasan hidup, yang selanjutnya dikaitkan dengan pengejaran harta atau keuntungan.

Dalam kata lain, ekonomi konvensional lebih memperhatikan kualitas hidup sebagian orang dan mengabaikan kualitas hidup sebagian lainnya, sehingga masyarakat akan saling mengeksploitasi antara satu sama lainnya.

Beda sekali dengan konsep kesejahteraan dalam ekonomi Syariah, di mana kesejahteraan tidak dapat dicapai apabila tidak adanya keadilan, ini menjelaskan bahwa harta benda harus dimiliki dan didistribusikan secara adil, tanpa adanya upaya pemanfaatan harta orang lain secara batil.

Kesejahteraan merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor moral, demografis, sosial, politis, dan historis, sehingga bila salah satunya bermasalah, maka akan menghambat proses pencapaian kesejahteraan itu sendiri.

Sementara itu, maslahah dalam ekonomi Syariah pada umumnya dibagi ke dalam dua bagian yaitu:
  1. Maslahah yang bersifat non materi, ini menyangkut dengan kebaikan dari segi agama, keturunan, jiwa, akal, dan kualitas persaudaraan umat manusia.
  2. Maslahah yang bersifat materi, ini berkaitan dengan kualitas harta seseorang, di mana Islam mengharuskan agar harta dan segela jenis pemanfaatannya dapat membawa manfaat bagi pemilik dan orang lain.
Dari dua jenis maslahah tersebut, yang paling harus diperhatikan yaitu maslahah non-materi, kalau maslahah dari segi non-materinya sudah bagus, maka maslahah dari segi materi juga akan ikut meningkat.

Misalnya saja, jika kualitas keimanan dan ketakwaan seseorang tinggi, maka secara otomatis dia akan menempuh jalan yang halal dalam memperoleh harta, sedangkan yang kualitas keimanannya rendah, dia akan menghalalkan segala cara agar dia dapat hidup dengan senang di dunia ini, dan mengabaikan akhirat.

Post a Comment for "Paradigma Maslahah dalam Ekonomi Syariah"