Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Paradigma Pembangunan Ekonomi dalam Islam

Paradigma Pembangunan Ekonomi dalam Islam

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu memberikan dampak baik bagi kehidupan masyarakat, kecuali pertumbuhan ekonomi tersebut diikuti dengan mekanisme distribusi yang adil dan merata, karena tanpa adanya keadilan dalam proses distribusi dapat meningkatkan kesenjangan di antara masyarakat.

Dengan tingginya tingkat kesenjangan, maka akan memicu berbagai masalah, seperti meningkatnya jumlah penduduk miskin, pengangguran, dan kejahatan.

Sehingga sangat diharapkan agar upaya untuk menurunkan tingkat kesenjangan menjadi fokus utama dalam pembangunan ekonomi.

Model pembangunan ekonomi konvensional umumnya berfokus pada peningkatan pendapatan per kapita penduduk, sementara pembangunan ekonomi dalam Islam, selain bertujuan untuk meningkatkan per kapita penduduk, juga untuk menjaga kesucian dan kehalalan dari pendapatan itu sendiri.

Atau dalam kata lain, Islam tidak hanya berfokus untuk membangun ekonomi saja, tapi juga pembangunan kualitas keimanan agar masyarakat dapat bahagia di dunia dan akhirat.

Pada dasarnya, tujuan dari pembangunan ekonomi dalam Islam yaitu agar terpeliharanya maqashid asy-syariah (terjaganya agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta), yang berakhir pada pencapaian kemaslahatan dan kemenangan (al-falah).

Dalam arti lain, pembangunan ekonomi dalam Islam harus sejalan dengan kedudukan manusia itu sendiri, yaitu sebagai khalifah atau pemimpin, sehingga manusia harus dapat memimpin dirinya dan perekonomiannya sesuai dengan aturan Islam.

Ada empat prinsip utama pembangunan ekonomi dalam Islam, antara lain:
  1. Tauhid, pembangunan ekonomi harus tunduk pada perintah Allah.
  2. Rububiyah, menerapkan secara sempurna aturan atau hukum Islam dalam segala aspek pembangunan, agar aktivitas pembangunan juga menjadi bagian dari ibadah.
  3. Khalifah, manusia sebagai wakil Allah di muka bumi, sehingga harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah dilakukan, termasuk pembangunan ekonomi.
  4. Tazkiyah, pembangunan ekonomi harus dikaitkan dengan moral spiritual, atau tidak hanya dari aspek fisik saja.

2 comments for "Paradigma Pembangunan Ekonomi dalam Islam"

  1. Tapi kenyataannya ekonomi islam jarang diterapkan di indonesia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah yang menjadi salah satu tantangan dalam melakukan kegiatan pembangunan Islam.

      Mudah-mudahan di masa mendatang konsep pembangunan Islam menjadi prioritas utama di Indonesia.

      Delete