Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengembangan Harta Benda Wakaf secara Produktif

Pengembangan Harta Benda Wakaf secara Produktif

Harta benda wakaf dapat dikembangkan secara produktif dengan menggunakan berbagai metode.

Adapun metode atau teknik yang dimaksud yaitu pemanfaatan harta benda wakaf melalui investasi, produksi, kemitraan, pertambangan, perdagangan, perindustrian, pengembangan teknologi, pembangunan gedung, dan berbagai sektor bisnis lainnya.

Untuk memastikan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan dengan penuh kehati-hatian, maka dibutuhkan lembaga penjamin syariah, yang biasanya menawarkan produk asuransi atau lainnya sesuai dengan peraturan undang-undang dan Syariah.

Pengembangan harta benda wakaf secara produktif bertujuan untuk mendapatkan manfaat dalam jangka panjang, ini tentu saja berbeda dengan wakaf konsumtif yang habis begitu saja.

Ada dua jenis model pengembangan harta benda wakaf secara produktif yaitu:

Model Pembiayaan Harta Benda Wakaf secara Tradisional


Terdapat lima model pembiayaan rekonstruksi harta wakaf yaitu:
  1. Pembiayaan wakaf dengan cara menciptakan wakaf baru, yang bertujuan untuk melengkapi harta wakaf yang lama, seperti pada masjid, rumah sakit, sekolah, panti asuhan, universitas, dan sebagainya.
  2. Pinjaman untuk pembiayaan berbagai kebutuhan operasional harta benda wakaf, termasuk pemeliharaan dalam rangka mengembalikan fungsi wakaf.
  3. Mengganti harta benda wakaf dengan harta lainnya yang dapat memberikan pelayanan ataupun pendapatan yang setara, tanpa merubah peruntukan harta tersebut (pemanfaatannya harus sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh pewakaf).
  4. Pembiayaan hukr atau sewa dalam jangka panjang dengan pembayaran di muka sekaligus.
  5. Pembiayaan ijaratain yaitu sewa dengan dua kali pembayaran, pertama berupa pembayaran di muka sekaligus, dan kedua sewa tahunan secara angsuran selama masa sewa.

Model Pembiayaan Harta Benda Wakaf secara Institusional


Umumnya, model pembiayaan harta benda wakaf secara institusional terdiri dari:
  1. Murabahah, skema jual beli dengan keuntungan dan biaya perolehan barang yang sudah diketahui.
  2. Istishna, jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang.
  3. Ijarah, sistem sewa-menyewa.
  4. Mudharabah, kerja sama yang berbasis bagi laba dan rugi.
  5. Syirkah al-milk, kepemilikan bersama (co-ownership), yang timbul karena adanya dua pihak atau lebih yang memperoleh kepemilikan bersama (joint ownership) atas suatu kekayaan atau aset tertentu.

Post a Comment for "Pengembangan Harta Benda Wakaf secara Produktif"