Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alasan Cendekiawan yang Melarang Asuransi Koperasi

Alasan Cendekiawan yang Melarang Asuransi Koperasi

Sekelompok kecil cendekiawan melarang Asuransi Koperasi dalam bentuk lanjutannya.

Mereka mendasarkan penilaian mereka pada bukti berikut:

Asuransi Koperasi Termasuk Riba

Pelanggan dalam jenis asuransi ini membayar sedikit uang (premi) dengan harapan dia akan mendapatkan kembali lebih dari yang dia bayarkan jika kecelakaan yang diasuransikan terjadi.

Pembayaran ini dilakukan sesuai dengan kontrak yang mengikat berupa kompensasi.

Karenanya, jenis asuransi ini didasarkan pada riba Nasiah (kredit) dan Fadhl (surplus), mirip dengan Asuransi Komersial.

Adapun riba Nasiah, terdapat perbedaan waktu antara pembayaran premi dan penerimaan kompensasi jika terjadi kecelakaan.

Tidak ada barter untuk kedua kompensasi riba dalam kontrak.

Ini didasarkan pada riba Fadhl karena pelanggan membayar sedikit dan menerima jumlah yang lebih besar.

Atau, dia mungkin membayar lebih dan menerima lebih sedikit.

Oleh karena itu, tidak ada kesamaan antara kedua kompensasi tunai tersebut, dan ini adalah riba Fadhl.

Asuransi Koperasi Didasarkan pada Perjudian

Karena dasar dari jenis asuransi ini (seperti jenis lainnya) adalah kontinjensi, maka didasarkan pada keberuntungan.

Pelanggan yang membayar premi tidak mengetahui apakah kecelakaan yang diasuransikan akan terjadi atau tidak.

Sebaliknya, pelanggan membayar sejumlah uangnya sebagai usaha untuk mendapatkan keuntungan jika dia mengalami kecelakaan.

Atau dia bisa kalah jika kecelakaan tidak terjadi, dan inilah inti dari judi.

Asuransi Koperasi Termasuk Gharar

Menurut para cendekiawan, Asuransi Koperasi dalam bentuk lanjutannya didasarkan pada gharar berlebihan yang merusak kontrak.

Setiap pelanggan membayar langganan yang diperlukan (premi), dan kemudian kecelakaan tidak terjadi.

Oleh karena itu, dia tidak menerima kompensasi atas apa yang dia bayarkan.

Dia bahkan mungkin membayar satu premi dan kemudian kecelakaan besar menimpanya.

Akibatnya, dia mendapat banyak uang dari dana asuransi.

Inilah inti dari Gharar.

Asuransi Koperasi Didasarkan pada Kompensasi dan bukan Donasi

Premi yang dibayarkan oleh pelanggan untuk mengganti kerugian orang atau pihak yang mengalami kecelakaan dibayar sesuai dengan kontrak yang mengikat dan dengan syarat ia sendiri akan mendapat ganti rugi jika mengalami kecelakaan.

Tidak ada kompensasi yang akan diberikan kecuali untuk pelanggan.

Oleh karena itu, donasi tidak termasuk sama sekali.

Ini hanya kompensasi uang menurut kontinjensi.

Post a Comment for "Alasan Cendekiawan yang Melarang Asuransi Koperasi"