Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peran dan Posisi Fatwa untuk Pengembangan Perbankan Syariah

Peran dan Posisi Fatwa untuk Pengembangan Perbankan Syariah

Kedudukan fatwa menjadi hal yang sangat penting dalam hal pengembangan ekonomi Islam, khususnya perbankan Syariah.

Pada saat hukum dan kerangka peraturan yang berperan untuk mendukung operasional industri perbankan syariah tidak mencukupi, maka kebutuhan akan fatwa menjadi sangat penting dan utama.

Untuk saat ini, fatwa yang dikeluarkan sudah mencukupi dan tidak menutup kemungkinan akan perlunya fatwa untuk produk-produk baru yang dikeluarkan atau dioperasikan oleh perbankan Syariah.

Peran dan posisi fatwa ini berguna untuk menggiring perbankan Syariah ke arah yang lebih maju dan lebih patuh pada prinsip Islam.

Berbagai fatwa yang sudah dikeluarkan oleh DSN-MUI bersifat mengikat secara hukum, hal ini dikarenakan keberadaan mereka sudah diakui dan disahkan dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI), dengan demikian setiap pihak yang terjun ke dalam industri perbankan syariah harus mematuhi fatwa tersebut.

Di samping itu, dalam hal memastikan bahwa suatu lembaga bergerak atau beroperasi sesuai prinsip Syariah, maka juga diperlukan Dewan Pengawas Syariah (DPS), khususnya di perbankan syariah, karena merupakan lembaga yang paling berpengaruh dalam struktur perekonomian.

Tanpa adanya DPS mungkin agak sulit untuk menilai kesesuaian operasional perbankan syariah dengan berbagai fatwa yang telah dikeluarkan.

Kenapa mematuhi fatwa itu penting? Dan kenapa tidak mematuhi Al-Qur'an dan Sunnah saja?

Pertanyaan tersebut mungkin sering muncul di benak masyarakat, tapi hal yang harus diketahui bahwa fatwa ini tidaklah dibuat secara asal-asalan, akan tetapi mengacu pada dua sumber utama yaitu Al-Qur'an dan Hadis.

Memahami makna Al-Qur'an dan Hadis secara langsung dibutuhkan ilmu atau keahlian yang tinggi, agar tidak tersesat, namun untuk memahami fatwa tergolong lebih mudah, karena merupakan penjelasan dari apa yang telah disampaikan dalam Al-Qur'an dan Hadis.

Dapat dikatakan bahwa dengan mematuhi fatwa, secara tidak langsung juga telah mematuhi Al-Qur'an dan Sunnah.

Sebuah fatwa dapat berperan sebagai solusi dalam hal pemecahan berbagai masalah baru dalam sistem ekonomi Islam, khususnya industri perbankan Syariah.

Jadi, tanpa adanya fatwa mungkin suatu masalah akan menjadi lebih rumit atau bahkan dapat menimbulkan masalah terkait lainnya.

Perbankan syariah, sudah tentu tidak cukup dengan mematuhi fatwa saja, akan tetapi juga harus mematuhi berbagai keputusan atau peraturan pemerintah juga, demi menjaga kelancaran operasionalnya.

Post a Comment for "Peran dan Posisi Fatwa untuk Pengembangan Perbankan Syariah"