Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbandingan antara Reasuransi Komersial dan Reasuransi Syariah

Perbandingan antara Reasuransi Komersial dan Reasuransi Syariah

Area persamaan:

  • Reasuransi antara dua pihak. Salah satunya adalah perusahaan reasuransi dan yang lainnya adalah perusahaan asuransi langsung.
  • Motif reasuransi adalah ketidakmampuan perusahaan asuransi untuk mengasuransikan harta benda yang bernilai finansial sangat tinggi dan keinginan mereka untuk mendapat pertanggungan dari perusahaan reasuransi. Cakupan ini memungkinkan mereka untuk mengatasi jenis-jenis risiko di mana kompensasi finansial melebihi kapasitas dan kemampuan mereka. Hal ini juga meningkatkan daya serap perusahaan asuransi langsung di bidang penerimaan risiko guna meningkatkan keuntungan.
  • Kontrak reasuransi adalah kontrak kompensasi keuangan dimana perusahaan asuransi komersial atau syariah membayar perusahaan reasuransi sebagian yang disepakati dari premi yang dijamin oleh salah satu dari mereka. Sebagai imbalannya, perusahaan reasuransi menanggung bagiannya atas risiko yang dihadapi perusahaan asuransi langsung.
  • Dalam kontrak reasuransi dan mengenai pembayaran ganti rugi ketika risiko yang diasuransikan terjadi, hubungannya hanya terbatas pada perusahaan reasuransi dan komersial atau perusahaan asuransi syariah saja. Pihak tertanggung tidak memiliki hak apapun dengan perusahaan reasuransi. Hubungannya terbatas pada perusahaan asuransinya saja.
  • Perusahaan reasuransi sesuai dengan kontrak reasuransi wajib membayar kompensasi finansial kepada perusahaan asuransi komersial atau syariah sesuai dengan persyaratan yang disepakati kedua belah pihak.
  • Perusahaan reasuransi menawarkan kepada perusahaan yang diasuransikan dengannya, baik komersial maupun syariah, sejumlah uang yang dikenal sebagai komisi reasuransi dan jumlah lain yang dikenal sebagai komisi keuntungan reasuransi.
Area perbedaan:
  • Perusahaan asuransi komersial, dalam praktik reasuransi, tidak mempertimbangkan keabsahan atau ketidakabsahan dalam bertransaksi atau berbisnis karena mereka menjalankan asuransi komersial tanpa memperhatikan penilaian Syariah Islam dan apa yang diperbolehkan atau dilarang oleh Syariah. Sedangkan untuk perusahaan asuransi syariah, legitimasi atau keabsahan dalam bertransaksi atau berbisnis merupakan inti dari semua urusannya, termasuk reasuransi. Oleh karena itu, ketika menjalankan reasuransi, ia berkomitmen pada instruksi Islam yang sah yang diberikan oleh Komisi Pengawas Syariah dan oleh pendapat yurisprudensi yang dikeluarkan oleh orang-orang yang mengkhususkan diri dalam instruksi ifta' dan syariah. Oleh karena itu, reasuransi sesuai dengan kriteria syariah Islam.
  • Perusahaan asuransi komersial pada awalnya dianggap sebagai salah satu pihak dalam kontrak reasuransi. Mereka mempraktikkan reasuransi atas nama mereka sendiri untuk menangani risiko yang semakin parah dan mengancam diri sendiri. Mereka diwajibkan oleh kontrak asuransi untuk membayar kompensasi saat risiko yang diasuransikan terjadi. Tertanggung cukup membayar premi asuransi sesuai kontrak. Perusahaan asuransi syariah, sebaliknya, menandatangani kontrak reasuransi sebagai agen bagi pelanggan di asuransi koperasi. Karena mereka mengelola dan merasakan operasional asuransi, mereka menyadari bahwa premi asuransi yang dikumpulkan dari para pelanggan di asuransi (pemegang polis) tidak akan cukup untuk membayar kompensasi atas risiko yang diasuransikan ketika risiko tersebut terjadi. Oleh karena itu, diperlukan entitas lain untuk memberikan perlindungan bagi pelanggan asuransi syariah guna mengatasi risiko-risiko berat yang mengancam mereka. Entitas ini adalah perusahaan reasuransi.
  • Perusahaan asuransi komersial menyimpan cadangan dari porsi perusahaan reasuransi dan menginvestasikannya dengan menggunakan riba. Sebaliknya, perusahaan asuransi syariah menyimpan cadangan dari porsi perusahaan reasuransi di perusahaan syariah sebagai simpanan atau menginvestasikannya sesuai akad mudharabah dan sistem yang sesuai syariah lainnya. Jika berdasarkan mudharabah, maka perusahaan asuransi adalah mudharib, dan perusahaan reasuransi adalah pemilik modal.
  • Dalam perusahaan asuransi komersial, jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi sebagai kompensasi atas kerugian, atau sebagai komisi reasuransi, atau komisi keuntungan reasuransi tidak tunduk pada keputusan syariah. Tetapi perusahaan asuransi syariah mempertimbangkan pendapat Komisi Pengawas Syariah dalam kepemilikan dan pengeluaran lainnya.

Post a Comment for "Perbandingan antara Reasuransi Komersial dan Reasuransi Syariah"