Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sistem Ekonomi Islam dan Karakteristiknya

Sistem Ekonomi Islam dan Karakteristiknya

Sistem Ekonomi Islam

Sistem ekonomi Islam bertujuan untuk memfasilitasi kehidupan yang terhormat bagi masyarakat.

Berlandaskan sumber-sumber Syariah, sistem ini memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk bertransaksi, mengakui hak atas kepemilikan pribadi, yang menjadi dasar untuk mendapatkan keuntungan, dan mengarahkan orang ke aktivitas menguntungkan yang memengaruhi perekonomian riil.

Prinsip-prinsip ini dimaksudkan sebagai sarana untuk melindungi hak para pihak, memastikan bahwa transaksi dilaksanakan secara adil, dan mendorong produksi dan pertukaran barang dan jasa nyata yang benar-benar menambah nilai bagi perekonomian.

Dalam batas-batas sistem yang berakar Syariah ini ada banyak ruang bebas perintah yang memungkinkan orang untuk mengembangkan produk dan layanan inovatif baru yang membantu mewujudkan kesejahteraan individu dan kolektif.

Sistem ini mencapai keseimbangan antara mempertimbangkan manfaat individu dan komunal yang terkait dengan kepemilikan pribadi dan publik.

Pada saat keuntungan individu bertentangan dengan kesejahteraan umum orang, yang pertama diabaikan demi kebaikan yang lebih besar.

Konsep khilafah cukup penting untuk disebutkan di sini.

Konsep ini didasarkan pada gagasan bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu yang ada, tetapi Dia menciptakan manusia dengan kehendak bebas untuk menjadi wakil-Nya.

Dari perspektif ini, properti dan kekayaan dilihat sebagai kepercayaan yang harus ditangani oleh umat manusia dalam batas-batas yang ditentukan oleh pemilik sebenarnya, Allah.

Ini mencakup menghormati hukum dan pedoman yang ditetapkan oleh Allah.

Bimbingan Syariah yang dirancang untuk membantu sistem ekonomi Islam mencapai tujuannya termasuk mengadvokasi moderasi dalam pengeluaran, melarang zat atau kegiatan berbahaya, membayar zakat dan membantu yang membutuhkan, mendorong orang untuk tidak membiarkan modal menganggur, memperingatkan agar tidak merugikan orang lain dengan harta benda, dan melindungi lingkungan.

Syariah mengidentifikasi cara-cara yang sah untuk mendapatkan properti, terutama dengan menghilangkan hambatan untuk memperluas akses individu ke kepemilikan modal produktif dan kepemilikan bebas atas tenaga sendiri, tetapi juga melalui "pertumbuhan intrinsik dari properti yang sudah dimiliki, warisan, hadiah dan pemberian sukarela, dan dengan pertukaran".

Berarti yang berada di luar jalan ini dilarang karena mengandung unsur ketidakadilan.

Syariah melabeli sumber daya tertentu sebagai milik publik berdasarkan fakta bahwa mereka bermanfaat bagi massa dan keberadaannya tidak bergantung pada upaya individu, misalnya, air, energi, dan minyak.

Peran tata kelola politik dalam sistem ini adalah untuk memastikan bahwa undang-undang yang sesuai dengan pedoman Syariah tersedia untuk mendorong keseimbangan siklus dalam produksi dan konsumsi barang dan jasa serta untuk menjamin lingkungan yang aman dan stabil untuk investasi.

Ini adalah fitur utama untuk menarik investor dan modalnya serta meyakinkan pemangku kepentingan bahwa hak mereka dilindungi.

Hukum, kebijakan, dan regulasi, misalnya, harus memastikan keamanan dan kualitas barang dan jasa, melindungi hak konsumen dan karyawan, meningkatkan persaingan yang sehat, dan mengalokasikan sumber daya secara adil ke berbagai segmen masyarakat.

Inti dari sistem ini terletak pada sistem peradilan yang kuat yang dapat menyelesaikan perselisihan secara adil dan efisien.

Pemerintah juga perlu mendorong investasi meskipun ini berarti menjamin modal sebagai pihak ketiga yang independen untuk bertransaksi.

Selain itu, mereka juga bertanggung jawab atas proyek infrastruktur seperti jalan raya dan tidak membebani warga dengan pajak.

Untuk memprioritaskan pengeluaran proyek, pemerintah harus mengklasifikasikan proyek berdasarkan kepentingannya.

Mungkin skala yang akan memanfaatkan klasifikasi kebutuhan akan cocok untuk tugas ini.

Negara juga harus berusaha untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya dengan mencari keseimbangan antara industri yang berbeda, seperti manufaktur, pertanian, dan perdagangan.

Hal ini tidak hanya mengurangi risiko penurunan pendapatan yang parah jika industri tertentu mengalami turbulensi, tetapi juga akan memperkuat tata kelola yang adil karena dapat memenuhi tuntutan warga melalui beragam aktivitasnya.

Sejalan dengan pendekatan yang seimbang ini, pemerintah harus memperhatikan moderasi dalam pengeluaran karena kekayaannya adalah sumber daya untuk generasi sekarang dan masa depan.

Karakteristik Ekonomi Islam

Adapun karakteristik ekonomi Islam antara lain:
  • Larangan riba.
  • Pencapaian kehidupan yang terhormat bagi umat manusia, di mana orang-orang merasa puas baik di bidang materi maupun non-materi.
  • Pengembangan moral masyarakat, aspek moral ini berhubungan erat dengan ketulusan, kejujuran, kepercayaan, disiplin, kebaikan, kerendahan hati, kesabaran, dan moderasi.
  • Penyesuaian antara sektor keuangan dengan sektor riil.
  • Setiap aktivitas ekonomi harus berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadis.

2 comments for "Sistem Ekonomi Islam dan Karakteristiknya"