Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wakaf: Salah Satu Konsep dari Sistem Ekonomi yang Berkeadilan

Wakaf Salah Satu Konsep dari Sistem Ekonomi yang Berkeadilan

Wakaf, tentu bukan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan derajat si pewakaf saja, tapi ini dapat berdampak besar bagi si penerima wakaf juga, dan melalui sistem inilah suatu konsep ekonomi yang berkeadilan dapat dibentuk.

Dampak wakaf bagi penerima manfaat umumnya tidak jauh berbeda dari zakat, karena kedua konsep ini merupakan jalan untuk menafkahkan harta di jalan Allah, yang ketika dimanfaatkan dengan baik, maka dapat mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, wakaf juga dapat dikatakan sebagai lanjutan dari kegiatan zakat, kalau kegiatan zakat bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, maka wakaf berfungsi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat secara lebih luas.

Jika kita perhatikan secara lebih mendalam, maka dapat diketahui bahwa keadilan sosial ekonomi itu sendiri sangat menekankan akan adanya keseimbangan yang bersifat tidak memihak sebelah (harus timbal balik) dan terhindar dari berbagai bentuk ketimpangan sosial yang bersumber dari rendahnya tingkat kesejahteraan ekonomi.

Keadilan itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu hal yang abstrak, namun keberadaanya sangatlah penting, karena keadilan dapat menciptakan nilai-nilai positif baik dari aspek ekonomi ataupun sosial masyarakat.

Jika dikaitkan dengan wakaf, maka nilai-nilai keadilan akan terlihat dari kegiatan penyerahan harta benda oleh orang yang mewakafkan kepada penerima manfaat secara ikhlas atau tanpa mengharapkan keuntungan.

Dengan adanya nilai-nilai keadilan dalam sistem wakaf, maka secara tidak kita sadari hal itu juga dapat meredam atau menghilangkan penyakit iri dan dengki dari orang-orang yang kurang beruntung dari segi harta benda, hal ini tidak lain karena mereka merasa senang dan menghargai orang kaya yang gemar menyumbangkan harta bendanya untuk kepentingan publik.

Sementara itu, konsep keadilan sosial yang Islami itu sendiri dapat diterjemahkan ke dalam beberapa poin berikut:
  • Keadilan sosial tidak boleh menyimpang dari prinsip tauhid atau keimanan, ini juga sering dikaitkan dengan kepercayaan manusia bahwa semua kekayaan atau harta yang dimilikinya merupakan titipan atau amanah dari Allah, dan sebagian dari harta itu adalah hak orang lain yang harus disalurkan agar dapat dikatakan adil.
  • Penyaluran harta benda, termasuk wakaf, harus tepat sasaran (tidak boleh disalurkan atau diperuntukkan untuk hal-hal yang dilarang atau tidak terlalu penting).
  • Keadilan sosial Islami sangat berkaitan dengan etika atau akhlak, sehingga tidak boleh seorangpun untuk menghina orang lain, atau membangga-banggakan hartanya tanpa membantu orang fakir, miskin, dan orang-orang yang lemah dari segi ekonomi lainnya.

2 comments for "Wakaf: Salah Satu Konsep dari Sistem Ekonomi yang Berkeadilan"

  1. membaca tulisan-tulisan dalam blog ini mengingatkan saya ketika kuliah dulu, kebetulan dulu saya mengambil jurusan Perbankan dan Ekonomi Islam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, terima kasih sudah membacanya

      Delete